Welcome To Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

When people heard about “Tiga Serangkai” (TS), most of them will know about it. This is because Tiga Serangkai has 45 branches in whole Indonesia. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri (TSPM) is one part of the subsidiary of TS Group and also very well known in the printing and publishing industry in Solo, Indonesia. It has 265 staffs who are working in this company right now. Our core products are School Book (SB) which is provided for elementary school (SD), junior high school (SMP), senior high school (SMA) and Islamic School such as Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTS) and Madrasah Aliyah (MA). Meanwhile our additional product is General Book (GB) which consists of children books, teenager books and adult books. The GB has various types of field such as Islamic, General Knowledge, Kid’s Story, Kid’s Activity, Novels and so on. But actually our focused are much more in publishing Children Books.

Selengkapnya »

Latest Entry

Web Sekolah, kemajuan di bidang pendidikan

Dunia pendidikan saat ini sedang maju dengan pesat, pemerintah telah memberikan banyak sekali suplemen-suplemen tambahan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup pendidikan di Indonesia. salah satu yang digencarkan adalah peningkatan mutu pendidikan dari segi teknologi informasi, saat ini telah digencarkan untuk memanfaatkan media internetuntuk miningkatkan kualitas dan kuantitas mutu pendidikan sekolah. dengan memanfaatkan  media internet seperti Website, Blog, Facebook, Twitter, dll sekoplah akan mampu saling mencari informasi beserta promosi-promosi tentanng kehebatan sekolah masing-masing yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing belajar tiap sekolah.

Saat ini sudah banyak sekaliweb developer yang mau untuk membantu dalam pembuatan web besreta elearning untuk sekolah dengan biaya murah bahkan GRATIS.

Dengan  adanya Guru IT di hampir setiap sekolah akan lebih sangat membantu mengatasi permasalahan dalam SDM di beberapa sekolah.

Disusun dalam kategori: Berita Terkini

Strategi Peningkatan Mutu di Tingkat Sekolah

 


http://sb.tigaserangkai.com/blog/wp-content/uploads/2010/05/perpustakaan.jpgDalam rangka mengimplementasikan konsep manajemen peningkatan mutu yang berbasis sekolah ini, maka melalui partisipasi aktif dan dinamis dari orang tua, siswa, guru dan staf lainnya termasuk institusi yang memliki kepedulian terhadap pendidikan sekolah harus melakukan tahapan kegiatan sebagai berikut :

  • Penyusunan basis data dan profil sekolah lebih presentatif, akurat, valid dan secara sistimatis menyangkut berbagai aspek akademis, administratif (siswa, guru, staf), dan keuangan.
  • Melakukan evaluasi diri (self assesment) utnuk menganalisa kekuatan dan kelemahan mengenai sumber daya sekolah, personil sekolah, kinerja dalam mengembangkan dan mencapai target kurikulum dan hasil-hasil yang dicapai siswa berkaitan dengan aspek-aspek intelektual dan keterampilan, maupun aspek lainnya.
  • Berdasarkan analisis tersebut sekolah harus mengidentifikasikan kebutuhan sekolah dan merumuskan visi, misi, dan tujuan dalam rangka menyajikan pendidikan yang berkualitas bagi siswanya sesuai dengan konsep pembangunan pendidikan nasional yang akan dicapai. Hal penting yang perlu diperhatikan sehubungan dengan identifikasi kebutuhan dan perumusan visi, misi dan tujuan adalah bagaimana siswa belajar, penyediaan sumber daya dan pengeloaan kurikulum termasuk indikator pencapaian peningkatan mutu tersebut.
  • Berangkat dari visi, misi dan tujuan peningkatan mutu tersebut sekolah bersama-sama dengan masyarakatnya merencanakan dan menyusun program jangka panjang atau jangka pendek (tahunan termasuk anggarannnya. Program tersebut memuat sejumlah program aktivitas yang akan dilaksanakan sesuai dengan kebijakan nasional yang telah ditetapkan dan harus memperhitungkan kunci pokok dari strategi perencanaan tahun itu dan tahun-tahun yang akan datang. Perencanaan program sekolah ini harus mencakup indikator atau target mutu apa yang akan dicapai dalam tahun tersebut sebagai proses peningkatan mutu pendidikan (misalnya kenaikan NEM rata-rata dalam prosentase tertentu, perolehan prestasi dalam bidang keterampilan, olah raga, dsb). Program sekolah yang disusun bersama-sama antara sekolah, orang tua dan masyarakat ini sifatnya unik dan dimungkinkan berbeda antara satu sekolah dan sekolah lainnya sesuai dengan pelayanan mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Karena fokus kita dalam mengimplementasian konsep manajemen ini adalah mutu siswa, maka program yang disusun harus mendukung pengembangan kurikulum dengan memperhatikan kurikulum nasional yang telah ditetapkan, langkah untuk menyampaikannya di dalam proses pembelajaran dan siapa yang akan menyampaikannya.

Dua aspek penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan ini adalah kondisi alamiah total sumber daya yang tersedia dan prioritas untuk melaksankan program. Oleh karena itu, sehubungan dengan keterbatasan sumber daya dimungkinkan bahwa program tertentu lebih penting dari program lainnya dalam memenuhi kebutuhan siswa untuk belajar. Kondisi ini mendorong sekolah untuk menentukan skala prioritas dalam melaksanakan program tersebut. Seringkali prioritas ini dikaitkan dengan pengadaan preralatan bukan kepada output pembelajaran. Oleh karena itu dalam rangka pelaksanaan konsep manajemen tersebut sekolah harus membuat skala prioritas yang mengacu kepada program-program pembelajaran bagi siswa. Sementara persetujuan dari proses pendanaan harus bukan semata-mata berdasarkan pertimbangan keuangan melainkan harus merefleksikan kebijakan dan prioritas tersebut. Anggaran harus jelas terkait dengan program yang mendukung pencapaian target mutu. Hal ini memungkinkan terjadinya perubahan pada perencanaan sebelum sejumlah program dan pendanaan disetujui atau ditetapkan.

Selengkapnya »

Disusun dalam kategori: Berita Terkini

Pentingnya Buku untuk Bagi Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

Importance of Books for Children For Early Character Formation

Anak-anak kita adalah generasi yang akan menentukan nasib bangsa ini dikemudian hari. Karakter anak-anak yang terbentuk sejak sekarang akan sangat menentukan karakter bangsa di kemudian hari. Karakter anak-anak akan terbentuk dengan baik, jika dalam proses tumbuh kembang mereka mendapatkan cukup ruang untuk mengekspresikan diri secara leluasa.

Ada 3 aspek yang  harus  mampu kita persiapkan bagi generasi Indonesia yang kuat melalui mengasuh, membimbing dan menyediakan perlindungan, mengasah emosi dan membangun kecerdasan intelektual serta spiritual. Dan buku merupakan salah satu fasilitas yang dapat membantu pembentukan hal tersebut. Kala kita kecil dulu orang tua kita sering memberikan buku-buku cerita anak-anak yang isi halamannya tipis, tulisannya sedikit, sederhana dan mudah dimengerti oleh anak-anak. Hal terpenting selain itu semua adalah gambar-gambarnya yang menarik dan memancing imajinasi, sehingga anak-anak terpancing untuk membaca dan mengetahui isi bukunya

Namun sayangnya minat baca anak-anak Indonesia kini dinilai  rendah, bahkan di kalangan mahasiswa dan pelajar pun masih dianggap belum menggembirakan. Membaca di kalangan masyarakat, khususnya pelajar agaknya belum menjadi kebutuhan pemuas diri yang sangat penting sebagaimana kebutuhan lain seperti makanan ataupun sandang. Gairah besar untuk melahap bacaan-bacaan apapun yang bermanfaat bagi pemahaman diri tentang sesuatu, mengetahui nilai-nilai, serta meluasnya wawasan kiranya belum dimiliki. Mereka hanya membaca buku-buku pelajaran yang memang diwajibkan atau yang termasuk mata kuliah/pelajaran. Jarang diantara mereka yang membaca buku-buku bacaan, baik yang masih berkait dengan studinya maupun yang bersifat pengetahuan umum. Hal ini tentunya berpengarus terhadap kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

Dugaan ini tidak begitu meleset, terbukti Human Development Index (HDI), secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah, dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Berdasarkan Human Development Report 2004 yang menggunakan data tahun 2002, angka Human Development Index (HDI) Indonesia adalah 0,692. Angka indeks tersebut merupakan komposisi dari angka harapan hidup saat lahir sebesar 66,6 tahun, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 87,9 persen, kombinasi angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi sebesar 65 persen, dan Pendapatan Domestik Bruto per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$ 3.230. HDI Indonesia hanya menempati urutan ke-111 dari 177 negara (Kompas, 2004).

Dari mana kita mulai membiasakan mencintai buku-buku, tentunya dari sejak usia dini ketika seseorang sudah bisa baca tulis, baik di rumah maupun di sekolah. Usia sekolah Dasar merupakan fondamen untuk menanamkan cinta baaca bagi anak-anak, selain secara psikologis pun masa-masa itu memiliki rasa keingintahuan yang cukup membuncah terhadap sesuatu, lebih-lebih ang memang diminati.

Kesimpulan:

Pada intinya buku-buku seperti buku tentang agama, dongeng yang mempunyai nilai kemanusiaan, biografi tokoh-tokoh terkenal dan sebagainya merupakan kebutuhan wajib dari anak Indonesia demi mengasah emosi dan membangun kecerdasan intelektual serta spiritual. Tingkat kegemaran membaca juga mempengaruhi Sumber Daya Manusia masyarakat Indonesia. Namun kendala yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas pendukung seperti perpustakaan gratis, perputakaan keliling, buku-buku untuk  anak-anak dan sebagainya.

 

Solusi:

Pentingnya peran perusahaan swasta sebagai fasilitator pendidikan yang menyediakan atau menyumbangkan buku-buku dan perpustakaan gratis bagi anak-anak. Selain itu peran pemerintah dan keluarga juga mempunyai peran penting dalam rangka meningkatkan minat baca  anak-anak Indonesia.

 

dikutip sebagian dari :

http://humanisclub.wordpress.com/2007/10/07/pentingnya-buku-bagi-pembentukan-karakter-anak-sejak-dini/

Disusun dalam kategori: Inside Tiga Serangkai

Selamat Tahun Baru 2010

 

SELAMAT TAHUN BARU 2010

SEMOGA MENJADI TAHUN YANG LEBIH BAIK

DARI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA

Disusun dalam kategori: Berita Terkini