Event - Kamis, 26/11/2009 16:07
Bedah Buku & Launching JIHAD Tanpa Kekerasan
oleh: TH
Rabu, 25 November 2009, Tiga Serangkai bekerjasama dengan STAIN Surakarta menggelar launching dan bedah buku “Jihad Tanpa Kekerasan”, yang diadakan di Gedung Graha STAIN Surakarta.
Hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut adalah Dr. Mudhofir Abdullah, M.Ag, (penulis), dan Muh. Kurniawan BW, S.Ag., SH, MH. (Ketua Tim Advokasi The Islamic Action Center dan Ketua Bidang Advokasi MMI LPD Surakarta)
Dalam acara tersebut dihadiri kurang lebih 200 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa.
Sekilas mengenai buku Jihad Tanpa Kekerasan
Fenomena kekerasan atas nama Islam sering terjadi sepanjang sejarah. Islam yang berarti damai dan keselamatan belum seutuhnya dapat diwujudkan oleh individu tertentu dalam masyarakat. Ada tiga aspek yang perlu dikaji mengapa hal itu terjadi. Pertama, doktrin. Kedua, politik. Ketiga, sosial, ekonomi, dan budaya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya teologi kekerasan. Di antaranya pengaruh tafsir ayat kekerasan, pengaruh repsesi politik, faktor ketidakadilan, politik internasional terhadap dunia Islam, respons modernitas, faktor pendidikan, dan faktor kemiskinan.
Sementara itu, Islam memiliki konsep rahmatan lil ’ālamīn yang menampilkan ciri Islam yang damai, penuh kasih, anti kekerasan, dan menyapa semua makhluk. Jadi, alangkah bijaknya jika jihad yang selama ini hanya diidentikkan dengan kekerasan diubah menjadi lebih berorientasi penuh rahmat, nonkekerasan, dan penuh toleransi.
Cara-cara ini, di samping sebagai solusi, juga memiliki topangan dari ayat Al-Qur'an dan hadis Nabi. Alhasil, sudah seharusnya umat Islam menempuh jalur jihad dengan pintu lain, seperti menjadi manusia yang lebih berpengetahuan, membangun persaudaraan global, dan membuka dialog bersama meskipun tidak menutup pintu kekerasaan jika memang dibutuhkan.
Di balik penerbitkan buku Jihad Tanpa Kekerasaan ini bertujuan memberikan cakrawala baru kepada pembaca untuk memahami konsep jihad yang lebih bersifat membangun daripada merusak. Lebih penuh kasih sayang dan persaudaraan daripada permusuhan. Harapannya, terwujudlah konsep rahmatan lil ’ālamīn yang selama ini diidam-idamkan.
Ada beberapa pesan yang dapat ditangkap dalam buku ini, antara lain jihad tanpa kekerasan bukan berarti lemah, Islam tidak pernah mendahului perang. Jika Islam diperangi terlebih dulu, kekerasan tetap dilakukan (akan memerangi juga), tetapi tidak boleh melampaui batas. Islam mendahulukan perdamaian daripada peperangan.
Kirim ke Teman
Cetak halaman ini